The Poor Help The Poor

YAYASAN PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN (disingkat SadaEra), berdiri dengan akta notaris No. 04 tanggal 15 April 2016, Notaris Irfansah, SH., M.Kn dan keputusan pengesahan badan hukum yayasan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : AHU-0020863.AH.01.04.Tahun 2016 tanggal 18 April 2016.

SadaEra didirikan oleh beberapa orang perantau yang merupakan alumni dari SMA – SMK yang berada di Kabupaten Toba Samosir, yang pada saat masih sekolah masih merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara, digerakkan oleh keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi di Bonapasogit.

Keprihatinan terhadap kondisi sosial ekonomi di daerah eks Tapanuli utara pada umumnya memanggil alumi utk memberikan apa saja yg bisa diberikan terutama dalam pemberdayaan ekonomi rakyat.

Latar belakang para alu,mni adalah "orang2 biasa" bukan kumpulan orang-orang hebat atau orang-orang kaya, itu sebabnya kami merumuskan filosofi SadaEra "the poor help the poor" (marsiurupan nang pe rap dibagasan hahurangan) karena kami memang bukan orang kaya yang berkelebihan secara ekonomi.

Keprihatinan kamilah yg mendorong kami utk berbuat sesuatu yg berguna untuk masyarakat Bonapasogit, sekecil apa pun yang dapat dilakukan asalkan bermanfaat bagi masyarakat, dan sedapat mungkin pekerjaan-pekerjaan kecil ini bisa bekerja seperti “mekanisme pelatuk” yang menggerakkan „pemicu kecil‟ tapi mendorong “ledakan besar‟.

sadaera

LANDASAN ALKITAB : YOH. 6 : 1-13 

Yoh 6: 1-13 ( mukjizat Yesus, roti dan ikan milik "seorang anak"). Dalam tradisi Yahudi, anakanak dan perempuan tidak masuk dalam hitungan, itu sebabnya dalam Markus 6:30-44, yg menceritakan hal yg sama dgn nats diatas, menyebutkan bahwa Yesus memberikan makan 5000 orang, tdk termasuk anak-anak dan perempuan.

Dari kitab Yoh 6 inilah kami mulai bergerak, bahwa melalui peran "seorang anak" yg tak masuk hitungan dalam kelas dan struktur sosial ini tangan Tuhan dapat bekerja. Dengan dasar itu, anggota SadaEra yang terdiri dari “orang-orang kecil” dan “orang-orang biasa” berkeyakinan bahwa dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil di Bonapasogit dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat Bonapasogit.

Selain itu memaknai sebagai peristiwa yang sakral – Ilahiah - teologis, kami juga memaknai bahwa peristiwa mukjizat dalam Yoh 6 ini, bisa juga dimaknai sbg peristiwa sosial yg menghasilkan "mukjizat sosial".

Ketika hadirin melihat bhw Yesus dan murid-muridnya yg belum makan seharian, ternyata justru memberikan roti dan ikan itu kpd hadirin (alih-alih di makan sendiri), maka yg terjadi adalah bentuk solidaritas social, peristiwa saling berbagi, setiap orang mengeluarkan makanan yg dia bawa, memberikan yg dibawanya ke keranjang-keranjang yg dipegang Murid-Murid itu utk dibagikan.

Keteladan yang ditunjukkan Yesus dan Murid-muridNya itu memicu kesadaran kelompok massa yang hadir mendengarkan kotbah dan pengajaran Yesus, mendorong terjadinya peristiwa social, yaitu solidaritas sosial yg melahirkan

mukjizat sosial tersebut. Pemaknaan ini tentu tidak pula menafikan bahwa peristiwa ini murni sebagai mukjizat yg terjadi sebagai peristiwa Ilahi yg dilakukan oleh Yesus sendiri.

Dari kedua sudut pandang pemaknaan tersebut, SadaEra yakin bhw orang-orang kecil ini, yaitu petani-petani dan pelaku ekonomi kecil lainnya di Bonapasogit saat ini, akan mau saling berbagi, saling membantu, merajut kembali semangat gotong royong yang akhir-akhir ini semakin terkikis.

Tentu saja, sebagaimana yang terjadi pada peristiwa diatas, harus ada yang memberikan contoh kepada mereka, harus ada yg menggerakkan mereka. Jika ada yang memberikan contoh, jika ada "orang2 biasa" atau “orang-orang kecil” yg sukarela membantu mereka dengan apa yg dipunyai, entah sedikit uang, sedikit pengetahuan, atau sedikit waktu, maka niscaya perubahan kea rah yang lebih baik akan terjadi.

Inilah tekad kami, mendorong bergeraknya semakin banyak orang, semakin banyak yang terlibat berpartisipasi dan akhirnya gerakan "the poor help the poor" akan menuai hasil yang luar biasa.

APA YANG TELAH DIKERJAKAN SadaEra?

Bagaimanakah prinsip “mekanisme pelatuk” itu bisa berjalan baik dalam konteks pemberdayaan ekonomi rakyat di Bonapasogit?

Dari sudut teori pembangunan ekonomi wilayah, memberikan perhatian pada sektor ekonomi atau komoditas basis akan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut. Untuk Bonapasogit sektor pertanian merupakan sektor basis, sedangkan komoditas yang paling banyak dibudidayakan adalah tanaman padi, dan tanaman kopi menjadi tanaman kedua terbesar di Kabupaten Tobasa dengan luas 4.796 Ha (BPS Tobasa, 2017), Humbang Hasundutan 11.367 Ha (BPS Humbanghas, 2017), dan Kabupaten Samosir dengan luas 4.834 Ha (BPS Samosir, 2017).

Khusus di Kabupaten Tapanuli Utara, kopi menempati urutan ketiga dengan luas 15.539 Ha setelah tanaman kemenyan diurutan kedua dengan luas 16.110 Ha (BPS Taput, 2017). Dengan melihat potensi kopi inilah SadaEra memilihnya sebagai komoditas prioritas untuk dibenahi saat ini, dengan tetap memberikan perhatian pada komoditas lain sesuai kebutuhan dan permintaan masyarakat Bonapasogit.

Sejak berdiri SadaEra telah melakukan pelatihan budidaya tanaman dan pasca panen kopi sebanyak 4 angkatan sekaligus membagikan benih kopi lebih dari 100 ribu kepada lebih dari 400 petani di 16 kecamatan di Tobasa, Kab. Humbang dan Taput. Pelatihan Angkatan pertama dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Amborgang, Pelatihan Angkatan Kedua dilaksanakan di Gereja HKBP Lumban Rau, Pelatihan angkatan ketiga dan keempat dilaksanakan di PK HKBP Hephata, Desa Sintongmarnipi.

Pelatihan ini diberikan dalam bentuk teori yang langsung diikuti dengan praktek di kebun sekitar lokasi pelatihan yang merupakan kebun milik masyarakat setempat. Selain Pelatihan Budidaya tanaman, SadaEra juga telah menyelenggarakan pelatihan untuk para pemilik kedai Kopi, yaitu Pelatihan Barista dan Teknik Menyangrai (Roasting) Kopi yang diikuti oleh 75 orang peserta pemilik kedai kopi dari Tobasa dan Kabupaten lainnya.

Donasi dapat ditransfer ke rekening : Bank Bjb Cabang Cibinong  No. Rekening : 0076325863100

Atas nama Yay. Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan 

Mohon bukti transfer donasi dikirim ke :

  • Tetty Pangaribuan : HP/WA : 081314223073
  • Bintang R. Hutapea : HP/WA : 081381610350. 

Hard Work

Pure Love

Smart Ideas

Good Decisions

We love to help all the children that have problems in the world. After 15 years we have many goals achieved.

We love to help all the children that have problems in the world. After 15 years we have many goals achieved.

Help us so we can help others

Donate now